TPR (Total Physical Response)
Metode TPR adalah salah satu metode untuk pengajaran bahasa pada anak usia dini karena penerapannya berhubungan antara koordinasi perintah, ucapan dan gerak sehingga seorang anak lebih mudah untuk menguasai suatu bahasa dalam pembelajarannya. TPR sebagai salah satu teknik penyajian dalam pengajaran khususnya dalam pembelajaran bahasa asing, baik itu bahasa Inggris, Jepang, Perancis, dan lain-lain. Metode pembelajaran adalah suatu ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menyampaikan bahan pelajaran, sehingga dikuasai oleh peserta didik dengan kata lain ilmu tentang guru mengajar dan murid belajar.
Bentuk Aktivitas dengan Metode TPR dalam PBM (Proses Belajar Mengajar).
Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode TPR ini banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan oleh guru dan siswa antara lain:
a. Latihan dengan menggunakan perintah (Imperative Drill ), merupakan aktivitas utama yang dilakukan guru di dalam kelas dari metode TPR. Latihan berguna untuk memperoleh gerakan fisik dan aktivitas dari siswa.
b. Dialog atau percakapan (conversational dialogue).
c. Bermain peran (Role Play), dapat dipusatkan pada aktivitas sehari-hari seperti di sekolah, restoran, pasar, dll.
d. Presentasi dengan OHP atau LCD
e .Aktivitas membaca (Reading) dan menulis (Writing) untuk menambah perbendaharaan kata (vocabularies) dan juga melatih pada susunan kalimat berdasarkan tenses dan sebagainya.
Berikut adalah video dari pengajaran secara Total Physical Response
Kelebihan dan Kekurangan dari Total Physical Response
TPR memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yakni:
1. Kelebihan dari total physical response
a. It is a lot of fun (sangat menyenangkan). Siswa akan merasa senang, dan metode ini bisa menjadi penggerak yang nyata di dalam kelas. TPR akan menjadi daya angkat langkah dan suasana hati.
b. It is very memorable (sangat mengesankan). Karena TPR membantu siswa untuk mengenal ungkapan-ungkapan dan kata-kata.
c. It is good for kinaesthetic learners who are required to be active in the class ( baik untuk kinestetik siswa yang diperlukan untuk menjadi aktif di dalam kelas ).
d. It can be used both in large or small classes ( Dapat digunakan baik di dalam kelas yang besar maupun kelas yang kecil). Dalam hal ini, tidak menjadi masalah seberapa banyak siswa yang kita miliki sepanjang kita mempersiapkan untuk menjadi pemimpin, siswa akan mengikuti.
e. It works well with mixed-ability classes, (TPR bekerja dengan baik dengan kelas kemampuan campuran), dengan aktivitas fisik akan mendapatkan makna yang menyeluruh secara efektif sehingga semua siswa mampu memahami dan menerapkan target bahasa tersebut.
f. It is no need to have a lot of preparation or materials using the TPR ( Tidak membutuhkan banyak persiapan atau material dalam menggunaan TPR). Dalam hal ini, sepanjang kita mampu menguasai apa yang akan dipraktekkan )berlatih terlebih dahulu), itu tidak akan mengambil banyak waktu untuk memulai.
g. It is very effective with teenagers and young learners (Sangat efektif bagi remaja dan anak-anak).
h. It involves both left and right-brained learning (Melibatkan pembelajaran otak kanan dan kiri).
2. Kekurangan total physical respons
a. Siswa yang tidak terbiasa, misalnya karena latar belakang budaya, melakukan tindakan tertentu (yang diungkapkan kata kerja yang dipelajari) akan merasa malu melakonkannya. Hal seperti cenderung ditemukan pada siswa dewasa
b. TPR hanya benar-benar cocok untuk tingkat pemula. Sementara, jelas bahwa hal itu jauh lebih bermanfaat di tingkat bawah karena bahasa target cocok untuk kegiatan, meskipun dapat pula berhasil diterapkan di tingkat menengah dan lanjutan. Dalam hal ini yang penting adalah adaptasi bahasa yang sesuai. Misal, ketika mengajar 'ways of walking' (stumble/tersandung, stagger/terhuyung-huyung, and tiptoe/berjinjit) untuk kelas lanjutan dan kata kerja memasak untuk kelas menengah (whisk/mengocok, setir/mengaduk, and grate/parut).
c. TPR tidak fleksibel untuk mengajarkan segala sesuatu dan jika banyak digunakan itu akan menjadi berulang. Metode ini adalah cara yang menyenangkan untuk mengubah dinamika dan kecepatan pelajaran yang digunakan dalam hubungannya dengan metode dan teknik. Singkatnya, TPR harus dikombinasikan dengan yang lainnya karena membutuhkan banyak energi sehingga siswa tidak merasa lelah belajar bahasa.;
d. Ketika seorang guru menggunakan TPR dalam pelajaran mereka, mereka akanmengalami kesulitan mengajarkan kosakata abstrak atau ekspresi. Sebagai solusi, guru dapat menulis kata pada kartu dengan gambar jika ada. kelemahan lain adalah bahwa TPR dapat menjadi tidak efektif jika guru menggunakannya untuk jangka waktu yang panjang tanpa beralih dengan kegiatan lain yang membantu mengajarkan bahasa target. Karena TPR terdiri dari kata perintah, jadi cenderung mengabaikan narasi, deskripsi, dan bentuk-bentuk percakapan bahasa. [4]
Referensi :
https://gapika.wordpress.com/2008/01/12/tpr-totally-physical-response-metode-pembelajaran-bahasa-yang-cukup-efektif-untuk-peserta-didik/

0 komentar: